| | |

Albert Marvelli

October 5

Oratorian di Rimini

Albert Marvelli lahir di Ferrari pada 21 Maret 1918, anak kedua dari tujuh bersaudara. Ketika keluarganya pindah ke Rimini, ia mulai menghadiri Oratorium Salesian. Ia selalu siap sedia dan akhirnya menjadi katekis serta pemimpin, tangan kanan para Salesian. Ia mencintai berbagai macam olahraga dan mengambil Santo Dominikus Savio serta Pier Giorgio Frassati sebagai teladan hidupnya. Pada usia 17 tahun, ia menuliskan proyek hidupnya dalam buku harian; sejak saat itu hidupnya mengalami pembaruan.

Aksi Katolik

Albert bergabung dengan kelompok Oratorium untuk Azione Cattolica (Aksi Katolik) dan dengan cepat menjadi ketua paroki. Ia kemudian melayani Gereja di Rimini sebagai wakil ketua keuskupan untuk Aksi Katolik. Saat menempuh studi teknik di Bologna, ia aktif dalam FUCI (Federasi Mahasiswa Katolik Italia) dan tetap setia mengikuti Misa harian.

Bekerja di Fiat, Torino

Pada Juni 1942, ia lulus dan mulai bekerja di perusahaan Fiat di Torino. Ia kemudian menjalani wajib militer di Trieste, di mana ia berhasil membawa banyak temannya menghadiri Misa. Selama Perang Dunia II, ia menjadi rasul di tengah para pengungsi serta sumber pertolongan nyata bagi kaum miskin.

Pegawai Kota Rimini

Setelah pasukan Sekutu tiba di Rimini, Albert diangkat sebagai anggota dewan kota pada departemen pembangunan kembali, sekaligus menjadi insinyur yang bertanggung jawab atas pekerjaan sipil. Ia dikenal dengan semangat sosialnya, sebagaimana ucapannya: “Kaum miskin ada di depan pintu kita, yang lain bisa menunggu.”

Calon Partai Kristen Demokrat

Albert kemudian setuju maju sebagai calon dari Partai Kristen Demokrat. Ia dikenal oleh semua orang sebagai seorang Kristiani yang setia dan berkomitmen, namun tidak pernah memecah belah. Bahkan seorang lawan politik dari partai komunis pernah berkata: “Saya tidak keberatan kalau partai saya kalah, asalkan Insinyur Marvelli yang menjadi wali kota.”

Dijiwai oleh Ekaristi

Uskup setempat menunjuknya sebagai ketua bagi kaum intelektual Katolik. Devosinya kepada Maria dan Ekaristi menjadi tiang penopang hidup rohaninya. Dalam buku hariannya ia menulis: “Betapa dunia baru terbuka bagiku ketika merenungkan Yesus dalam Sakramen Mahakudus. Setiap kali aku menerima Komuni Kudus, setiap kali Yesus dalam keilahian dan kemanusiaan-Nya masuk dalam diriku, bersentuhan dengan jiwaku, Ia membangkitkan gagasan-gagasan suci, nyala api yang menghanguskan namun sekaligus membuatku begitu bahagia!”

Seorang Kristiani yang Baik dan Warga yang Jujur

Albert wafat akibat ditabrak truk tentara pada 5 Oktober 1946. Ia sungguh mewujudkan cita-cita Don Bosco: seorang Kristiani yang baik dan warga negara yang jujur, yang mengabdikan diri bagi Gereja dan masyarakat dengan hati Salesian. Sejak muda ia berpegang pada mottonya: “Kita maju terus atau kita mati.”

Ia dibeatifikasi pada 5 September 2004 di Loreto, Italia, oleh Santo Yohanes Paulus II.

(Biografi diadaptasi dari www.sdb.org)

Similar Posts

  • |

    Statistik Kongregasi Salesian di Dunia 2025

    Sekretaris Jendral Salesian Don Bosco baru-baru ini memberikan laporan terbaru mengenai Kongregasi yang didirikan oleh Yohanes Bosco atau lebih dikenal dengan Don Bosco yang didapatkan melalui laporan “Flaz” dari portal Salesian Don Bosco. Dalam laporan tersebut, Jumlah Salesian di dunia per 31 Desember 2025 adalah 13.558 anggota Salesian, termasuk 9.116 imam, 2.654 klerik, 1.276 bruder,…

  • Don Bosco dan Keluarga Salesian

    Don Bosco menginspirasi lahirnya sebuah gerakan besar yang terdiri dari banyak orang yang dengan berbagai cara mencurahkan diri bagi pelayanan kaum muda. Ia sendiri mendirikan Serikat Santo Fransiskus Salesius (Salesian Don Bosco), Kongregasi Putri Maria Penolong Umat Kristiani, serta Asosiasi Koperatur Salesian. Dari ketiga karya awal ini, Keluarga Salesian berkembang menjadi sebuah gerakan mendunia. Saat…

  • Yosef Cafasso

    St. Yosef Cafasso Tanggal:  23 Juni Yosef Cafasso lahir di Castelnuovo d’Asti pada tahun 1811. Ia adalah putra dari keluarga petani kecil, anak ketiga dari empat bersaudara. Anak terakhir, Marianna, kelak menjadi ibu dari Beato Yosef Allamano. Sejak masih sangat muda, keluarganya dan seluruh desa sudah menganggap dia sebagai seorang anak kudus. Ia menyelesaikan studi…

  • Poland – 22 Relawan SWM Siap untuk Misi Baru

    (ANS – Krakow) – Komunitas Salesian Missionary Volunteers (SWM “Młodzi Światu”) Provinsi Krakow (PLS) resmi mengumumkan program kegiatan misioner tahun pastoral 2025-2026. Fr. Łukasz Wójcik, SDB, Presiden Dewan baru SWM, menyampaikan terima kasih kepada Fr. Marcin Wosiek, SDB, atas dedikasi dan kepemimpinannya selama beberapa tahun terakhir. Tahun ini, 22 relawan siap berangkat ke berbagai negara…

  • Beato Ceferino Namuncurá

    Beato Ceferino Namuncurá (1886–1905) Venerabilis: 22 Juni 1972Beato: 11 November 2007Pesta Liturgi: 26 Agustus Kelahiran dan masa sekolah di Buenos Aires Ceferino Namuncurá lahir pada 26 Agustus 1886 di Chimpay, di tepi Sungai Río Negro, Argentina. Ia adalah putra Manuel, kepala suku terakhir bangsa Araucan. Ayahnya, setelah menyerah kepada tentara Republik Argentina, mengirim Ceferino ke…

  • Stefan Sándor

    Dikagumi oleh teman-temannya Stefan Sándor lahir di Szolnok, Hungaria, pada 26 November 1914. Ia adalah putra dari Stefan dan Maria Fekete, serta anak sulung dari tiga bersaudara. Ayahnya bekerja di perusahaan kereta api negara, sedangkan ibunya mengurus rumah tangga. Kedua orang tuanya menanamkan semangat religius yang mendalam kepada anak-anak mereka. Stefan menempuh studi di kota…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *