Beato Enrique Saiz Aparicio dan 62 Sahabat Martir (†1936–1939)
Awal Proses: 8 Februari 1995
Akhir Proses: 22 April 1996
Dekret Martirium: 26 Juni 2006
Beatifikasi: 28 Oktober 2007 (oleh Paus Benediktus XVI)
Pesta Liturgi: 22 September
Konteks sejarah
Selama Perang Saudara Spanyol (1936–1939), ribuan imam, religius, dan awam Katolik menjadi korban kebencian terhadap iman. Dari keluarga Salesian sendiri, terdapat 95 martir, di antaranya 63 orang dari kelompok Sevilla–Madrid, dipimpin oleh Fr. Enrique Saiz Aparicio, yang kemudian dibeatifikasi sebagai kelompok martir.
Teladan Fr. Enrique Saiz Aparicio
Fr. Enrique adalah Rektor Aspirantat Salesian di Carabanchel Alto, pinggiran Madrid. Saat pasukan bersenjata masuk ke komunitas, ia berkata dengan berani:
“Jika yang kalian cari adalah darah, maka inilah saya. Tetapi jangan sakiti anak-anak muda ini.”
Para siswa akhirnya dibebaskan, tetapi Fr. Enrique bersama delapan Salesian lain ditangkap dan dibunuh. Sebelum wafat, ia sempat berkata kepada seorang sahabat:
“Apakah ada yang lebih indah daripada mati demi kemuliaan Allah?”
Ia benar-benar mempersembahkan hidupnya bagi para kaum muda yang dipercayakan kepadanya oleh Penyelenggaraan Ilahi.
Daftar para Martir (63 orang)
Madrid – 42 Martir
Imam (10):
Enrico Saiz Aparicio, Salvatore Fernández, Sabino Hernández, Felice González, Germano Martín, Giuseppe Villanova, Michele Lasaga, Andrea Jiménez, Andrea Gómez, Pio Conde.
Bruder (14):
Matteo Garolera, Dionisio Ullívarri, Nicola de la Torre, Pablo Gracia, Valentino Gil, Giovanni Codera, Giovanni M. Celaya, Francesco G. Martín, Emilio Arce, Raimondo Eirín, Anastasio Garzón, Stefano Vázquez, Eliodoro Ramos, Antonio Cid.
Diakon (1):
Carmelo Pérez.
Klerikus (13):
Stefano Cobo, Teodulo González, Emmanuele Martín, Virgilio Edreira, Giusto Juanes, Pietro Artolozaga, Francesco Edreira, Emmanuele Borrajo, Vittoriano Fernández, Pasquale de Castro, Giovanni Larragueta, Luigi Martínez, Florenzio Rodríguez.
Aspirant (3):
Federico Cobo, Igino de Mata, Tommaso Gil.
Awam (1):
Juan de Mata.
Warisan iman
Para martir Salesian ini meneladani Kristus dengan menyerahkan nyawa mereka demi iman dan demi kaum muda. Mereka menjadi saksi kasih Kristus yang tidak membalas kekerasan dengan kebencian, tetapi dengan penyerahan diri penuh kepada Allah.
✨ Pesan rohani:
Martir Salesian 1936–1939 mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya untuk dihidupi dalam keadaan damai, tetapi juga untuk dipertahankan dalam penderitaan. Fr. Enrique dan rekan-rekannya mengajarkan arti don bosco style of pastoral charity: “hidup demi kaum muda, hingga rela mati bagi mereka.”