Date:

Imam Salesian Bertambah

Related Articles

Surabaya, Indonesia, 3 September 2025 — Kaum Salesian di Provinsi Salesian Don Bosco Indonesia sangat bersyukur kepada Tuhan atas anugerah panggilan Imamat dan Bruder Salesian. Ini adalah tanda yang jelas bahwa Tuhan mencintai Kongregasi dan Kaum Muda Indonesia. Tahun ini, ada satu imam Salesian baru yang ditahbiskan, Pastor Mikael Kanisius Konsensao. Pastor Mikael berasal dari keluarga campuran Indonesia dan Timor-Leste. Ayah Mikael berasal dari Timor-Leste, sedangkan ibunya dari Aimere, Pulau Flores. Dia belajar di Seminari Sinar Buana di Sumba Barat Daya. Dia menghabiskan waktunya sebagai aspiran dan postulan di Tigaraksa. Dia memasuki novisiat Salesian di Sumba dan pelatihan pasca-novisiatnya di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara di Jakarta. Dia belajar teologi di Universitas Kepausan Salesian di Roma. 

Diakon Mikael ditahbiskan sebagai imam bersama enam diakon baru lainnya dari Keuskupan Surabaya, Jawa Timur. Bertindak sebagai uskup penahbis adalah Uskup Agustinus Tribudi Utomo, Uskup Keuskupan Surabaya. Dalam homilinya, Uskup Tribudi berkata, “Merefleksikan pengalaman nabi Yeremia, saya juga menegaskan kepada mereka yang akan ditahbiskan sebagai imam dan diakon bahwa Tuhan juga mengenal Anda secara pribadi sebelum Anda dilahirkan. Semua ini karena kasih Tuhan. Dan kasih itulah yang menjadi dasar pelayanan kita sebagai seorang gembala di gereja.” Uskup Tribudi juga memotivasi mereka yang ditahbiskan dengan kata-kata indah dari para santo seperti St. Yohanes Maria Vianney, yang berkata, “Imamat adalah kasih dari hati Yesus.” Dia juga mengutip St. Agustinus, yang berkata: “Bagi Anda, saya adalah seorang uskup, bersama Anda, saya adalah seorang Kristen.”

Uskup Tribudi mengingatkan para calon tahbisan bahwa mereka akan bersujud di hadapan altar. Ini sebenarnya adalah ungkapan ketaatan, kesetiaan, kerendahan hati, dan disiplin. Konsekuensinya adalah imam dan diakon harus berjuang demi kepentingan gereja untuk kebahagiaan umat. Jadi, menurut Uskup Tribudi: “Seorang imam merayakan Ekaristi dan bertindak ‘in persona Christi’. Seorang imam tidak merayakan Ekaristi untuk meningkatkan jumlah kolekte. Seorang imam dan diakon tidak boleh melukai hati umat beriman. Menyakiti hati umat beriman adalah kejahatan. Kuncinya adalah imam dan diakon harus selalu mengandalkan Tuhan.”

Setelah Misa tahbisan, ada jamuan makan bersama para imam dan umat beriman yang hadir di Katedral Hati Kudus Yesus di Surabaya.

Pastor Mikael merayakan Misa Syukur pertamanya di Paroki St. Mikael di Surabaya pada 31 Agustus 2025. Dalam homilinya, Pastor Mikael berkata, “Tahbisan imamat adalah peristiwa iman yang hanya dapat diterima dengan kerendahan hati. Imamat yang saya miliki hari ini adalah anugerah dari Tuhan, anugerah di mana martabat saya ditinggikan, dan saya menjadi rekan kerja Tuhan sendiri.” Pastor Mikael akan merayakan Misa Syukur keluarga di Aimere, Flores, pada 11 September 2025, dan kemudian akan kembali ke Universitas Kepausan Salesian di Roma untuk menyelesaikan studinya. 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles