Date:

Pemberkatan Asrama Dominikus Savio

Related Articles


Setelah memperbaiki infrastruktur dan manajemen sekolah, para Salesian membuka asrama bagi anak-anak kurang mampu yang tinggal jauh dari sekolah pada tahun berikutnya. Asrama tersebut merupakan rumah kos sementara yang menggunakan ruang kelas yang rusak dan tidak terpakai untuk tidur, makan, belajar, dan beribadah. Awalnya hanya dengan tiga anak, tetapi seiring berjalannya waktu, jumlah anak dari keluarga berpenghasilan rendah yang ingin diterima meningkat menjadi 36. Asrama tersebut, dengan kondisi yang sempit, terpaksa menolak beberapa permintaan karena keterbatasan fasilitas.

Oleh karena itu, kami menyadari perlunya membangun kompleks asrama yang memenuhi persyaratan ini dengan fasilitas yang memadai. Kami menemukan lahan kosong seluas 2.785 m² di dekat sekolah untuk tujuan ini. Kami mulai memobilisasi sumber daya dan, dengan bantuan Dana Solidaritas RM, mengamankan lahan tersebut. Selanjutnya, dengan bantuan arsitek Stefanus Erwin, sebuah kompleks asrama dirancang untuk 60 orang, dan mobilisasi sumber daya dilanjutkan melalui beberapa kegiatan, termasuk permohonan paroki, makan malam amal, dan turnamen golf amal. Kami kemudian menerima bantuan dari Kantor Misi Salesian Korea, yang melalui Yayasan Memorial Fr. John Lee, menemukan donatur yang dermawan untuk menutupi kekurangan dana.

Uskup Christophorus sangat menghargai karya para Salesian, yang memilih sekolah termiskin dan mengubahnya dari situasi yang sangat merugikan menjadi positif. Selain prestasi akademik dan olahraga, SMP Bhakti Mulia, dengan fasilitas asramanya, juga telah melahirkan individu-individu yang menjawab panggilan Tuhan: seorang frater di Keuskupan Agung Jakarta, seorang novis Salesian yang akan mengikrarkan kaul pertamanya pada 1 Agustus, dan seorang seminaris di Keuskupan Purwokerto.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles