Beranda blog Halaman 7

Bulan Kitab Suci di Wisma

0

Jakarta, 13 September 2025 – Para frater dan bruder penghuni wisma turut mengisi Bulan Kitab Suci Nasional dengan berbagai kegiatan rohani yang sederhana namun bermakna. Selain membahas tema resmi yang ditetapkan oleh Keuskupan, komunitas ini juga mengadakan sesi sharing Kitab Suci, di mana setiap anggota berbagi pengalaman pribadi tentang bagaimana firman Tuhan menyentuh hidup mereka.

Sebagai puncak kegiatan, pada Sabtu, 13 September 2025, diselenggarakan Quiz Kitab Suci berbasis Kahoot. Suasana wisma penuh semangat dan keceriaan ketika para peserta berusaha menjawab pertanyaan tentang isi Kitab Suci, tokoh Alkitab, dan ajaran iman.

Setelah melalui beberapa babak, terpilihlah para pemenang: juara pertama diraih oleh Frater Ambrosius, disusul juara kedua Diakon Franco, dan juara ketiga Frater Yudi. Perlombaan yang sederhana ini menghadirkan sukacita bersama sekaligus menumbuhkan kecintaan akan Sabda Allah.

Kegiatan Bulan Kitab Suci di wisma menjadi pengingat bahwa firman Tuhan adalah sumber kekuatan hidup religius. Seperti kata Santo Hieronimus: “Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus.”

Kebersamaan di Lapangan: Sabtu Malam Para Frater

0

Jakarta, 13 September 2025 – Suasana berbeda tampak di Wisma para frater dan bruder malam ini. Jika biasanya Sabtu malam identik dengan kegiatan santai atau doa bersama, kali ini para penghuni wisma mengisinya dengan olahraga bersama. Kegiatan ini sekaligus menjadi program baru dari kelompok olahraga internal, yang bertujuan untuk menjaga kesehatan sekaligus mempererat persaudaraan.

Sejak pukul 19.30, halaman wisma mulai ramai dengan canda, tawa, dan teriakan semangat. Beragam permainan dipilih, mulai dari futsal mini, badminton, hingga basket ringan. Beberapa frater yang tidak ikut bertanding turut menjadi suporter, memberi semangat sambil sesekali melempar komentar jenaka yang menambah suasana riuh dan akrab.

“Olahraga ini bukan soal menang atau kalah, tapi kesempatan untuk saling mendukung, bersukacita, dan tetap sehat bersama,” ungkap salah seorang frater yang menjadi koordinator kegiatan.

Program Olahraga Malam Mingguan ini lahir dari kesadaran bahwa kehidupan bersama bukan hanya dibangun lewat doa dan studi, tetapi juga melalui aktivitas fisik yang menyatukan. Selain itu, olahraga di malam hari memberi suasana segar dan lebih santai setelah sepekan penuh dengan rutinitas perkuliahan dan tugas komunitas.

Seorang bruder menambahkan, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana pembinaan kebersamaan:

“Kadang lewat pertandingan, kita belajar bekerja sama, menerima kekalahan, bahkan melatih kesabaran. Itu semua membentuk kita sebagai pribadi yang lebih matang.”

Acara olahraga malam ini diakhiri dengan doa singkat bersama di halaman, diiringi semangat kebersamaan yang tetap menyala. Beberapa frater bahkan sudah mulai mengusulkan ide olahraga lain untuk pekan mendatang, seperti voli, tenis meja, atau jalan malam berkelompok di sekitar wisma.

Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, para frater dan bruder tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan religius, sebagaimana ditekankan oleh St. Yohanes Bosco: “Kegembiraan adalah tanda hati yang mencintai Tuhan.”

Orang Muda Melayani…

Surabaya, Indonesia, 5 September 2025 — Tiga puluh kaum muda profesional yang sedang mempersiapkan diri menerima Sakramen Krisma dari Paroki Marinus, Keuskupan Surabaya, mengunjungi anak-anak di Asrama Auxilium yang dikelola oleh para Salesian di Paroki Santo Mikhael, Perak, Surabaya. Kunjungan ini bertujuan untuk menumbuhkan kasih, persahabatan, dan solidaritas di antara kaum muda, serta menginspirasi kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.

Dalam aksi solidaritas ini, para calon krisma menunjukkan kepedulian mereka dengan menyumbangkan kebutuhan pokok, termasuk bahan makanan, perlengkapan mandi seperti sabun dan sampo, ember, dan perlengkapan mandi lainnya. Usaha mereka mencerminkan semangat Injil tentang “janda miskin”, karena mereka menggalang dana untuk membeli barang-barang yang disumbangkan kepada anak-anak Asrama Auxilium.

Perwakilan kaum muda ini mendorong anak-anak asrama untuk tetap bersemangat belajar demi meraih masa depan yang cerah. Ia juga menegaskan bahwa kunjungan persahabatan semacam ini membantu mereka menghayati teladan Yesus yang “berkeliling sambil berbuat baik”.

Romo Agustinus Catur Prastawa, SDB, pimpinan Asrama Auxilium, menyampaikan rasa terima kasihnya dan menekankan pentingnya menanamkan empati sejak dini:
“Kaum muda perlu dibina sejak awal agar peduli terhadap sesama yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel. Dengan demikian, ketika mereka dewasa, mereka akan mewujudkan semangat kaum muda yang melayani kaum muda.”

Kunjungan ini diakhiri dengan santap siang bersama dan kegiatan olahraga di Paroki Santo Mikhael, Surabaya, yang semakin mempererat ikatan persahabatan dan semangat pelayanan.

Santo Carlo Acutis: Santo Milenial Pertama yang Menginspirasi

0

Sejak tanggal 7 September 2025, Gereja Katolik dianugerahi seorang santo baru: Santo Carlo Acutis. Ia dikenal sebagai santo milenial pertama, seorang muda yang memberi kesaksian tentang iman Kristiani yang penuh sukacita. Carlo hidup dengan sederhana namun bercahaya, menikmati zamannya dan minatnya sebagai seorang remaja, namun selalu mengintegrasikan segalanya dengan iman yang hidup.

Kehidupannya menjadi teladan bagaimana kekudusan bisa dijalani dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan kita bahwa menjadi kudus bukanlah sesuatu yang jauh atau mustahil, melainkan nyata, dekat, dan bisa dijalani dengan penuh sukacita.

Berikut adalah 10 ungkapan Santo Carlo Acutis yang bisa menjadi inspirasi kita dalam menapaki jalan kekudusan:

  1. “Rosario adalah tangga terpendek untuk naik ke Surga.”
  2. “Satu-satunya hal yang benar-benar harus kita takuti adalah dosa.”
  3. “Bukan aku, melainkan Allah.”
  4. “Semua orang dilahirkan sebagai orisinal, tetapi banyak yang mati sebagai fotokopi.”
  5. “Kesedihan adalah ketika memandang diri sendiri. Kebahagiaan adalah ketika memandang kepada Allah.”
  6. “Tanpa Dia aku tidak dapat melakukan apa-apa.”
  7. “Tujuan kita haruslah yang tak terbatas, bukan yang terbatas.”
  8. “Aku bahagia untuk mati, karena aku telah menjalani hidupku tanpa menyia-nyiakan satu menit pun untuk hal-hal yang tidak menyenangkan hati Allah.”
  9. “Ekaristi adalah jalan tol kita menuju Surga.”
  10. “Sahabat adalah salah satu kekayaan terbesar kita; mereka harus dirawat dengan penuh perhatian dan kelembutan.”

Kata-kata sederhana ini menunjukkan semangat muda yang penuh iman. Santo Carlo mengajak kita untuk menata hidup dengan fokus pada Allah, memelihara persahabatan yang tulus, serta menjadikan Ekaristi sebagai pusat kehidupan kita.

Semoga teladan hidupnya menginspirasi kita semua untuk berani hidup suci di tengah dunia modern.

Merayakan 80 Tahun Kemerdekaan

Bersama dalam Semangat Salesian dan Kebhinnekaan

Tigaraksa, 19 Agustus 2025 – Peringatan 80 tahun Kemerdekaan RI menjadi momen istimewa bagi Komunitas Salesian Tigaraksa. Perayaan ini bukan hanya sekadar upacara, tetapi sebuah kesaksian nyata persaudaraan dan kebhinnekaan. Bersama Keluarga Salesian, para koperator, calon koperator, staf, dan rekan kerja Balai Latihan Kerja—yang 99% beragama Islam—komunitas ini merayakan HUT RI dalam semangat persatuan.

Acara dimulai dengan pengibaran bendera yang khidmat, dilanjutkan dengan permainan dan sukacita ala “pesta rakyat”, di mana perbedaan agama dan budaya justru menjadi kekuatan. Perayaan ini selaras dengan semboyan nasional, Bhinneka Tunggal Ika, dan ajaran Don Bosco tentang sukacita, pelayanan, dan persaudaraan.

Uskup Soegijapranata pernah berkata, “100% Katolik dan 100% Indonesia.” Semangat ini dihidupi oleh Salesian melalui pendidikan iman, keterampilan, dan nilai kebangsaan, agar kaum muda menjadi warga negara yang baik dan orang Kristiani yang setia.

Dalam peringatan ini, kita diteguhkan kembali untuk membangun persatuan dan kedamaian. Semoga Indonesia terus menjadi rumah yang harmonis bagi semua, sesuai mimpi Don Bosco: sebuah keluarga besar di mana setiap orang diterima, dihargai, dan dicintai.

Hidup Indonesia! Dirgahayu RI ke-80!

Reuni OMK Paroki St Mikael

“Kau dan Aku Satu: Alumni dan OMK St. Michael Perak Bersatu dalam Reuni Penuh Sukacita”

Surabaya, 1 Agustus 2025 – Dengan tema “Kau dan Aku Satu”, Alumni Muda Katolik (ex Mudika) berkolaborasi dengan Orang Muda Katolik (OMK) St. Michael Perak menyelenggarakan reuni penuh sukacita yang dihadiri sekitar 200 peserta lintas generasi. Acara ini menjadi momen istimewa untuk mempererat ikatan solidaritas, berbagi cerita, dan mengenang perjalanan iman yang telah membentuk komunitas ini selama bertahun-tahun.

Gagasan ini lahir dari seorang alumni OMK, Bapak Y. Roy Coastrio, yang pernah aktif dalam pelayanan kepemudaan Paroki St. Michael Perak. Ide tersebut mendapat sambutan hangat dari panitia OMK dan para pembina.

Rangkaian acara dimulai dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Agustinus Catur Prastawa, SDB bersama Romo Saverinus Mite, SDB. Setelah itu, suasana semakin hangat dengan talkshow, sesi tanya jawab, kuis, pembagian doorprize, dan diakhiri dengan makan siang bersama.

Tema ini mengingatkan seluruh peserta bahwa meskipun berbeda generasi, kita tetap satu dalam kasih Kristus. Harapannya, reuni ini menjadi langkah awal untuk terus melangkah bersama, membangun komunitas OMK yang aktif, solid, dan penuh semangat.