Beranda blog Halaman 9

Petualangan Awal Tahun Ajaran

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas laoreet viverra nulla, at convallis dolor sodales eu. Suspendisse in efficitur lorem. Vestibulum nec lacus consectetur, pretium lorem nec, semper justo. Praesent tristique cursus mi vel viverra. Aenean consequat efficitur erat ornare mollis. Phasellus vitae condimentum mi. Praesent non hendrerit tellus. Aenean sit amet ultrices ipsum. Sed elit dui, laoreet non auctor eget, feugiat a augue. Fusce leo libero, ullamcorper id suscipit a, ultricies eget dolor. In vitae sapien consectetur, condimentum leo in, aliquam quam. Nulla facilisi. Pellentesque finibus sem quis magna cursus, at consectetur risus tempor. Donec faucibus sapien et erat imperdiet tempor. In hac habitasse platea dictumst.

In quis rutrum lorem, ac scelerisque sapien. Suspendisse id tellus tincidunt, interdum sapien vehicula, dictum eros. Nullam ultricies metus tortor, convallis porta tortor varius ac. Vivamus bibendum, nisl in viverra placerat, felis metus fermentum dolor, vitae tristique leo diam aliquet mauris. Nunc molestie magna lobortis felis pulvinar, sit amet maximus neque fermentum. Donec nec dui ultrices, pellentesque dolor eget, pharetra lorem. Donec ut sollicitudin nisi. Ut a maximus urna, sed ultricies felis. Proin in imperdiet dui. Maecenas quis purus nec odio elementum gravida. Nullam quis est lacus. Integer molestie a diam a accumsan. Maecenas sed lorem magna. Praesent elementum ultricies turpis convallis aliquet.

Fusce tincidunt justo vel tincidunt lacinia. Fusce vehicula nisl et augue pretium porttitor. Integer feugiat fermentum tristique. Morbi turpis turpis, imperdiet ut neque eget, condimentum congue purus. In eget lobortis massa. Cras rutrum vitae nibh eu porta. Aliquam vehicula arcu felis, vitae feugiat turpis ullamcorper vel. Aenean a risus ac justo sagittis tempus eget quis neque. Duis at felis mauris. Fusce non neque nisl. Nulla facilisi. Vestibulum vel lectus purus. Sed finibus tortor a hendrerit molestie.

In eget sodales velit. Morbi non sollicitudin lectus, sit amet finibus ante. Praesent pretium quis tellus at iaculis. Quisque malesuada erat sit amet suscipit eleifend. Quisque a arcu feugiat, laoreet velit vitae, lacinia tellus. Nunc fringilla, quam molestie feugiat lobortis, neque nibh pretium elit, ac efficitur nulla ex quis turpis. Phasellus laoreet sed velit in volutpat. Suspendisse metus dolor, feugiat in ullamcorper laoreet, dapibus id mauris. Curabitur consequat bibendum felis, a pulvinar neque aliquam a. Duis diam ipsum, porttitor efficitur velit id, varius placerat leo. Nullam tempor nisi quis tincidunt hendrerit. Etiam tincidunt risus eget urna mollis fringilla. Nullam cursus ligula sit amet vulputate pharetra.

Vestibulum efficitur placerat orci vel tempor. Nullam aliquet mauris at justo porta, a luctus risus euismod. Vivamus condimentum justo ut orci sollicitudin, tempus interdum orci ullamcorper. Donec feugiat laoreet libero, vitae feugiat elit. Fusce maximus efficitur dapibus. Duis mi nunc, pulvinar et diam vel, sodales luctus ipsum. Maecenas convallis imperdiet fringilla. Aenean cursus tincidunt nunc, non suscipit sem ornare id. Etiam in neque vitae ipsum ullamcorper malesuada. Donec quis magna vitae nibh ullamcorper molestie pretium sed urna. Vestibulum eget nulla dapibus, vulputate velit in, dignissim lorem. Vestibulum volutpat suscipit ligula ut maximus. Aenean varius commodo lorem, ut tincidunt neque eleifend nec. Praesent in est sapien. In porta, diam sollicitudin mattis mollis, ligula orci tempor leo, a tempor leo justo aliquet justo. Nam in arcu a orci bibendum blandit quis sit amet felis.

#10 Merah Putih: Semangat Keberanian dan Kekudusan

Newsletter Agustus 2025 hadir dengan semangat Merah Putih, sesuai warna dasar edisi ini. Merah melambangkan keberanian, sementara Putih adalah tanda kesucian. Dua nilai inilah yang ingin kita hidupi sebagai Salesian dan sebagai putra-putri bangsa.

Dalam edisi kali ini, Anda akan menemukan cerita-cerita yang menampilkan keberanian para Salesian menjawab panggilan Allah dan usaha mereka membangun kekudusan hidup—cita-cita luhur yang selalu ditekankan Don Bosco.

Semangat ini sejalan dengan motto:
“100% Katolik, 100% Indonesia”
yang diwujudkan dalam karya pendidikan Salesian, membentuk warga negara yang jujur dan orang Kristiani yang baik.

Mari bersama kita rayakan Hari Kemerdekaan dengan meneguhkan komitmen melayani kaum muda demi Gereja dan tanah air tercinta.

📥 Baca kisah inspiratif ini dan unduh newsletter edisi Agustus di sini:
👉 Klik untuk mengunduh

Tamu Tak Diundang ke Pesta Perkawinan

Saudara yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Hari ini saya bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk membagikan renungan singkat sebagai pengalaman pertama saya di komunitas Postnovisiat. Renungan yang saya bawakan terkait dengan bacaan dari Injil Matius pada hari Minggu.

Bacaan Injil yang mengisahkan perumpamaan tentang para tamu yang diundang ke pesta perkawinan. Kisah ini mau berbicara tentang perihal mencari kehormatan dan kedudukan. Setiap manusia kadang tak luput dari pengalaman sederhana dimana kedudukan dan kehormatan, sebagai wadah bagi hasrat manusia untuk memiliki. Terkadang peristiwa ini sebagai tanda sifat alamiah manusia yang ingin mengekspresikan diri dengan kemampuan yang dimiliki.

Selain itu Yesus juga memberikan pemahaman tentang status antara tuan pesta dan tamu undangan. Walaupun ada beberapa perbedaan, tetapi ada sebuah hubungan yang saling terikat karena adanya sebuah undangan. Biarlah tuan pesta yang mengatur, dan tamu undangan bersikap dengan sederhana dan teratur.

Dan juga Yesus memberikan sebuah tantangan bagi siapa yang mengadakan pesta untuk orang miskin yang tidak memiliki apapun untuk diberikan. Pengalaman berbagi waktu dan tenaga dengan anak-anak dari kampung belakang saat bermain bola. Seperti jamuan pesta untuk orang-orang miskin dan tidak punya apa-apa. Anak-anak yang belum tentu mendapat kesempatan bermain bola dengan sarana yang tersedia, tanpa dipungut biaya. Tidak ada rasa rugi jika membantu dengan hati ikhlas.

Bacaan Injil ini secara langsung mengingatkan saya kembali betapa pentingnya refleksi harian yang memiliki beragam kesan. Kesan-kesan itu adalah buah yang tumbuh dari permenungan saya sampai saat ini, khususnya dalam menjalani masa pembinaan di Postnovisiat. Refleksi harian bukan dalam bentuk tertulis lagi seperti di masa novisiat, tetapi melihat realitas secara langsung.

Jika berbicara tentang kehormatan dan kedudukan tampaknya tidak terlihat saat kuliah berlangsung di STF. Banyak mahasiswa yang lebih memilih duduk di belakang daripada di depan. Tampaknya ketidaktahuan membuahkan kesadaran diri untuk semakin rendah hati. Tapi lebih daripada itu fenomena tersebut menjadi salah satu tanda manusiawi.

Sebagai Salesian muda, nilai kedewasaan dengan semangat Don Bosco terlihat dari caranya menanggapi sebuah ketaatan sebagai arahan dari formator. Tidak perlu ada perhitungan dalam hidup berkomunitas ketika menjalani ketaatan yang menuntut imbalan, seperti upah. Karena pada dasarnya upah yang dimaksud lebih dari ketaatan yang dilakukan, contohnya seperti rahmat hidup ini. Saya bersyukur melalui pengalaman refleksi yang sederhana ini membuat saya mengenal lebih dalam kasih Tuhan. Kasih yang tumbuh dalam hidup komunitas yang saling berbagi dengan setiap keunikan yang dimiliki. Menjadi pemula bukanlah sesuatu yang salah ketika mendapat koreksi dari setiap hal yang terjadi, sama seperti di tempat yang rendah. Karena melalui pengalaman itu saya belajar setiap hal yang baru saya alami memang butuh usaha yang lebih ekstra, dan tidak hanya terjadi satu kali saja. Semoga kita sebagai umat beriman selalu menyadari kerendahan hati menjadi pengalaman untuk mengenal Tuhan lebih dekat sebagai pegangan hidup sebagai religius khususnya.

Tuhan Engkaulah Tempat Perteduhan Kami Turun Temurun

Ketika saya merenungkan Sabda Tuhan yang akan kita dengarkan besok, muncul dalam refleksi saya tentang sosok Tuhan Yesus yang merupakan tempat perteduhan kita turun temurun. Kita seringkali menyingkir dari kehidupan dunia yang begitu keras dan banyak persoalan untuk mencari tempat bersandar. Tuhan Yesus menjadi tempat bersandar dan perteduhan kita. Tuhan Yesus adalah pohon yang rindang, tempat kita berteduh di tengah teriknya kehidupan. Di bawah naungan-Nya, kita menemukan damai dan penghiburan.”

Ia bukan saja sebagai pohon yang rindang, namun ia juga menhasilkan buah untuk kita nikmati. Buahnya adalah rahmat yang membuat kita hidup. Ketika kita makan buah rahmat dari pohonNya, Ia meminta kita bukan hanya sebatas menikmati buah rahmat itu, kita harus ingat buah itu habis dan meninggalkan biji yang kita genggam. Tanamlah itu di tanah perbuatan dan tingkah lakumu agar mengahasilkan banyak buah dan buah itu tetap. Kita akan menjadi pohon juga yang memberikan tempat perteduhan bagi orang di sekitar kita.Ia sangat senang menaungi kita dengan kasih yang tanpa batas. kemurahanNya adalah jalan kita berpijak untuk semakin dekat denganNya. KasihNya bukanlah seperti arah mata angin yang hanya mengarah ke timur, mengarah ke barat, mengarah ke selatan ataupun mengarah ke utara. Tetapi, kasihNya ada disetiap arah, yang mengarahkan kita pada jalan keselamatan yang Ia tawarkan.

Dalam kitab kebijaksanaan, Tuhan menawarkan kepada kita rahmat keselamatan dariNya. Bab 9 ayat 18 berbunyi demikianlah diluruskan Lorong-lorong yang ada di bumi, dan kepada manusia diajarkan apa yang berkenan padaMu, maka oleh kebijaksanaan mereka diselamatkan”. Bagaimana cara kita menanggapi rahmat Tuhan yang Cuma-Cuma ini? Kita harus memiliki kebijaksanaan dari Tuhan agar kita memperoleh tempat perteduhan dan menikmati minuman Sabda dari Tuhan dan kita tak sendirian walaupun ombak dunia membawa kita menepi dariNya.

Untuk menikmati minuman sabda dari Tuhan, kita tidaklah sendirian melainkan bersama dengan orang-orang yang ada disekitar kita. Mereka adalah saudara-saudara kita. Kita harus saling mengasihi sebagi saudara. Kehidupan kita bukan hanya terjadi hari ini, namun kita harus menyadari bahwa harapan untuk masa depan itu sungguh ada. Jika kita kehilangan segalanya di dunia, percayalah harapan masih menemani kita dalam perjalanan hidup ini.

Kebijaksana bukan soal bagaimana kita membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, tetapi bagaimana kita menghidupi apa yang berguna dari kebijaksanaan itu sendiri. Saat kita bersandar pada kebijaksanaan dari Tuhan, kita akan menemukan makna terbesar dalam hidup kita. Apakah kita pernah bertanya, mengapa kita hidup di dunia ini? Hidup bukan hanya tentang bernafas atau berjalan, tapi tentang bagaimana kita menghidupi kasih, seperti yang Tuhan telah hidupi bagi kita.”

Salah satu sifat duniawi yang dimiliki oleh manusia adalah menganggap benar apa yang disukai atau apa yang dimauinya. Perbuatan ini yang menjauhkan kita dari kasih Tuhan dan rasa persaudaraan dengan sesama kita. Ingatlah tempat perteduhan lebih penting dari kenikmatan semata. Kita dipanggil untuk memeluk kasih Tuhan yang adalah keselamatan kekal dan bukan merasa nyaman dengan hal yang lain. Kebijaksanaan adalah kekuatan. Oleh karena itu mengikuti Tuhan berani untuk meninggalkan segala sesuatu yang membuat kita nyaman.

#09 Tahun Ajaran Baru: Semangat dan Pembaharuan

“Awal adalah bagian terpenting dari pekerjaan.”Plato

Awal selalu membawa harapan. Demikian juga dengan tahun ajaran baru yang kita masuki – sebuah kesempatan untuk memperbarui komitmen kita dalam mewujudkan misi Don Bosco bagi kaum muda.

Edisi newsletter kali ini mengajak Anda menelusuri dua peristiwa penuh rahmat yang menjadi pembuka tahun ini:
Retret tahunan, saat kita menenangkan hati, mendengarkan Sabda Allah, dan menyelaraskan hidup dengan kehendak-Nya. Dari doa lahirlah semangat baru untuk melayani dengan sukacita.
Pemberkatan asrama baru pada 19 Juli, tanda nyata kebersamaan dan upaya menciptakan ruang formasi bagi generasi muda agar bertumbuh dalam iman, ilmu, dan kebajikan.

Mari kita jalani tahun ini dengan hati penuh syukur, percaya pada janji Tuhan:
“Dia yang memanggil kamu adalah setia; Ia juga akan melakukannya.” (1 Tes 5:24)

📥 Baca lebih lengkap dan unduh newsletter edisi terbaru di sini:
👉 Klik untuk mengunduh


 

#08 Akhir yang Menjadi Awal Baru

Bulan Juni adalah akhir tahun ajaran 2024/2025

“What we call the beginning is often the end. And to make an end is to make a beginning. The end is where we start from.”T.S. Eliot
Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap akhir selalu membuka jalan bagi sebuah awal baru. Begitulah irama hidup – ada yang selesai agar sesuatu yang indah dapat dimulai kembali.

Demikian pula dengan perjalanan kita di akhir tahun ajaran 2024–2025. Dalam edisi newsletter Juni 2025, kami mengajak Anda mengenang momen-momen berharga yang telah kita lalui bersama: suka duka, pertumbuhan iman, kreativitas dalam pelayanan, dan semangat Salesian yang terus hidup di hati kaum muda.

Firman Tuhan berkata:
“Sesungguhnya, jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” (Yoh 12:24)
Semoga setiap karya, pengorbanan, dan perjuangan yang kita taburkan di tahun ini menjadi benih yang melahirkan buah berlimpah di masa depan.

📥 Baca kisah lengkap perjalanan kita dan unduh newsletter edisi akhir tahun ajaran di sini:
👉 Klik untuk mengunduh