| |

Mengenang Akar Sejarah Salesian di Indonesia

Pada 25 Februari 2026, para Salesian di wilayah Indonesia mengikuti sebuah konferensi daring yang dibawakan oleh P. Andrew Wong untuk memperingati pesta dua martir Salesian: Aloysius Versiglia dan Callisto Caravario. Pertemuan ini tidak hanya mengenang kesaksian iman kedua misionaris tersebut, tetapi juga merefleksikan kaitannya dengan sejarah kehadiran Salesian di Indonesia.

Dalam presentasinya, P. Wong mengisahkan kehidupan Uskup Versiglia, seorang Salesian yang sejak masa mudanya memiliki kerinduan mendalam untuk menjadi misionaris. Setelah ditahbiskan imam pada tahun 1895, ia kemudian diutus ke misi di Tiongkok. Di sana ia mengembangkan karya pendidikan dan sosial, termasuk panti asuhan, sekolah, pusat pelatihan, serta pembinaan para katekis dan calon imam. Ketika wilayah misi Shiu-Chow dipercayakan kepada Salesian, ia diangkat menjadi Vikaris Apostolik dan kemudian ditahbiskan sebagai uskup.

Situasi politik di Tiongkok pada masa itu sangat tidak stabil. Dalam kunjungan pastoral pada 25 Februari 1930, Uskup Versiglia dan Fr. Caravario dibunuh oleh kelompok bandit ketika mereka melindungi dua katekis perempuan yang ikut dalam perjalanan mereka. Kesaksian mereka menjadi tanda keberanian iman dan kasih pastoral yang total.

Konferensi ini juga mengingatkan peserta pada perkembangan kehadiran Salesian di Indonesia. Karya Salesian mulai hadir pada tahun 1985 sebagai bagian dari provinsi yang mencakup wilayah Timor Timur. Perjalanan panjang pembinaan dan perkembangan karya akhirnya mengantar Indonesia menjadi Vice Province INA pada tahun 2018, dengan Aloysius Versiglia sebagai pelindungnya.

Melalui peringatan ini, para Salesian diajak kembali menimba inspirasi dari semangat misioner dan keberanian para martir Salesian untuk terus melayani kaum muda dengan kesetiaan dan pengorbanan.

Similar Posts

  • Sistem Preventif

    Santo Yohanes Bosco adalah seorang pendidik luar biasa. Kecerdasan tajam, akal sehat, dan spiritualitasnya yang mendalam membuatnya mampu menciptakan sebuah sistem pendidikan yang mengembangkan seluruh pribadi—tubuh, hati, budi, dan jiwa. Sistem ini mendorong pertumbuhan dan kebebasan dengan menempatkan anak sebagai pusat dari seluruh proses pendidikan. Untuk membedakan metodenya dari sistem pendidikan represif yang lazim di…

  • | | |

    Albert Marvelli

    October 5 Oratorian di Rimini Albert Marvelli lahir di Ferrari pada 21 Maret 1918, anak kedua dari tujuh bersaudara. Ketika keluarganya pindah ke Rimini, ia mulai menghadiri Oratorium Salesian. Ia selalu siap sedia dan akhirnya menjadi katekis serta pemimpin, tangan kanan para Salesian. Ia mencintai berbagai macam olahraga dan mengambil Santo Dominikus Savio serta Pier…

  • Kebersamaan di Lapangan: Sabtu Malam Para Frater

    Jakarta, 13 September 2025 – Suasana berbeda tampak di Wisma para frater dan bruder malam ini. Jika biasanya Sabtu malam identik dengan kegiatan santai atau doa bersama, kali ini para penghuni wisma mengisinya dengan olahraga bersama. Kegiatan ini sekaligus menjadi program baru dari kelompok olahraga internal, yang bertujuan untuk menjaga kesehatan sekaligus mempererat persaudaraan. Sejak…

  • Kekudusan Salesian

    Keluarga Don Bosco, dalam mengembangkan spiritualitas khas yang berasal dari kharisma pendiriannya, memperkaya seluruh Tubuh Gereja dengan sebuah model hidup kristiani yang khas (kekudusan). Kesaksian tentang hal ini tampak dalam barisan rohaniwan dan rohaniwati, putra-putri spiritual Don Bosco, yang telah dinyatakan kudus atau sedang menapaki jalan beatifikasi dan kanonisasi.(Art. 6) …Kepada Allah inilah, Bapa yang…

  • Louis Variara

    Kedatangan di Valdocco, empat bulan sebelum Don Bosco wafat Louis Variara lahir di Viarigi, provinsi Asti, pada 15 Januari 1875, dari sebuah keluarga yang sangat Kristiani. Ayahnya, Pietro, pernah mendengar Don Bosco berbicara pada tahun 1856 ketika sang santo datang ke desanya untuk berkhotbah dalam sebuah misi. Pietro kemudian memutuskan untuk membawa Louis ke Valdocco…

  • Beato Ceferino Namuncurá

    Beato Ceferino Namuncurá (1886–1905) Venerabilis: 22 Juni 1972Beato: 11 November 2007Pesta Liturgi: 26 Agustus Kelahiran dan masa sekolah di Buenos Aires Ceferino Namuncurá lahir pada 26 Agustus 1886 di Chimpay, di tepi Sungai Río Negro, Argentina. Ia adalah putra Manuel, kepala suku terakhir bangsa Araucan. Ayahnya, setelah menyerah kepada tentara Republik Argentina, mengirim Ceferino ke…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *