Sistem Preventif

Santo Yohanes Bosco adalah seorang pendidik luar biasa. Kecerdasan tajam, akal sehat, dan spiritualitasnya yang mendalam membuatnya mampu menciptakan sebuah sistem pendidikan yang mengembangkan seluruh pribadi—tubuh, hati, budi, dan jiwa. Sistem ini mendorong pertumbuhan dan kebebasan dengan menempatkan anak sebagai pusat dari seluruh proses pendidikan.

Untuk membedakan metodenya dari sistem pendidikan represif yang lazim di Italia abad ke-19, ia menyebut pendekatannya sebagai “sistem preventif”—karena sistem ini berusaha mencegah perlunya hukuman dengan menempatkan anak dalam lingkungan yang mendorongnya untuk menjadi versi terbaik dari dirinya. Ini adalah pendekatan pendidikan yang bersahabat, ramah, dan menyeluruh.

Sistem ini menciptakan sebuah iklim yang “menarik keluar” (educere) hal-hal terbaik dari dalam diri anak, yang mendorong ekspresi diri yang penuh dan utuh, serta membantu kaum muda memperoleh kebiasaan-kebiasaan yang menuntun mereka untuk memilih hal-hal yang baik, sehat, menggembirakan, dan memperkaya kehidupan.

Similar Posts

  • |

    Tiga Dekade Kehadiran Salesian di Negeri Seribu Pulau

    Paus Fransiskus Memilih Indonesia sebagai Tahap Pertama Perjalanan Apostolik ke-45 Lebih dari Tiga Dekade Kehadiran Salesian di Negeri Seribu Pulau Sebagai tahap pertama dari Perjalanan Apostolik ke-45, yang juga merupakan perjalanan terpanjang masa pontifikatnya, Paus Fransiskus memilih Indonesia. Negara ini telah menjadi rumah bagi karya Salesian selama lebih dari 30 tahun, dengan berbagai karya kerasulan…

  • Beato Ceferino Namuncurá

    Beato Ceferino Namuncurá (1886–1905) Venerabilis: 22 Juni 1972Beato: 11 November 2007Pesta Liturgi: 26 Agustus Kelahiran dan masa sekolah di Buenos Aires Ceferino Namuncurá lahir pada 26 Agustus 1886 di Chimpay, di tepi Sungai Río Negro, Argentina. Ia adalah putra Manuel, kepala suku terakhir bangsa Araucan. Ayahnya, setelah menyerah kepada tentara Republik Argentina, mengirim Ceferino ke…

  • | |

    Mengenang Akar Sejarah Salesian di Indonesia

    Pada 25 Februari 2026, para Salesian di wilayah Indonesia mengikuti sebuah konferensi daring yang dibawakan oleh P. Andrew Wong untuk memperingati pesta dua martir Salesian: Aloysius Versiglia dan Callisto Caravario. Pertemuan ini tidak hanya mengenang kesaksian iman kedua misionaris tersebut, tetapi juga merefleksikan kaitannya dengan sejarah kehadiran Salesian di Indonesia. Dalam presentasinya, P. Wong mengisahkan…

  • Salesian Don Bosco

    Salesian Don Bosco di seluruh dunia berjumlah 14.476 orang, termasuk Uskup dan novis. Mereka hadir di seluruh benua di 133 negara. Karya mereka dapat dikelompokkan ke dalam Regio, Provinsi, dan Kehadiran lokal. Terdapat 7 Regio yang terdiri dari 90 Provinsi dengan karya yang meliputi formasio, oratorium, pusat kepemudaan, sekolah, pusat residensial, orientasi panggilan, paroki, karya…

  • Louis Variara

    Kedatangan di Valdocco, empat bulan sebelum Don Bosco wafat Louis Variara lahir di Viarigi, provinsi Asti, pada 15 Januari 1875, dari sebuah keluarga yang sangat Kristiani. Ayahnya, Pietro, pernah mendengar Don Bosco berbicara pada tahun 1856 ketika sang santo datang ke desanya untuk berkhotbah dalam sebuah misi. Pietro kemudian memutuskan untuk membawa Louis ke Valdocco…

  • Don Bosco dan Keluarga Salesian

    Don Bosco menginspirasi lahirnya sebuah gerakan besar yang terdiri dari banyak orang yang dengan berbagai cara mencurahkan diri bagi pelayanan kaum muda. Ia sendiri mendirikan Serikat Santo Fransiskus Salesius (Salesian Don Bosco), Kongregasi Putri Maria Penolong Umat Kristiani, serta Asosiasi Koperatur Salesian. Dari ketiga karya awal ini, Keluarga Salesian berkembang menjadi sebuah gerakan mendunia. Saat…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *