Tujuh Anggota Baru ADMA Jakarta Ikrarkan Janji pada Pesta Kabar Sukacita
Suasana penuh syukur dan sukacita mewarnai perayaan Pesta Kabar Sukacita, 25 Maret 2026, bersama komunitas ADMA (Association of Mary Help of Christians) di Jakarta. Dalam perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat dan mendalam, tujuh anggota baru ADMA mengikrarkan janji mereka sebagai putra-putri Maria Penolong Umat Kristiani.
Perayaan Misa Kudus dipimpin oleh RP Vincentius Prastowo, SDB, Provinsial Serikat Salesian Don Bosco di Indonesia. Momen ini menjadi langkah penting bagi para aspiran yang telah menjalani masa pembinaan dan kini dengan penuh keyakinan menyerahkan diri untuk hidup dalam semangat Salesian serta devosi kepada Bunda Maria.
Dalam homilinya, RP Vincentius Prastowo mengajak umat untuk meneladan iman Santa Perawan Maria yang penuh ketaatan dan kepercayaan kepada Allah. Pesta Kabar Sukacita, menurutnya, bukan sekadar peringatan liturgis, tetapi juga undangan bagi setiap orang beriman untuk berani mengatakan “ya” kepada kehendak Tuhan, sebagaimana dilakukan Maria.
Ia juga mengingatkan ajaran Saint John Bosco yang selalu menempatkan Maria sebagai ibu, penolong, dan teladan dalam perjalanan hidup rohani. Pengikraran janji ADMA menjadi ungkapan nyata dari iman yang dijalani dengan rendah hati di tengah keterbatasan manusia.
Lebih lanjut, RP Vincentius menekankan pentingnya membangun budaya dialog dalam kehidupan sehari-hari. Allah, katanya, tidak pernah memaksakan kehendak-Nya, melainkan mengundang manusia untuk menanggapi dengan bebas dan penuh kasih. Di tengah dunia yang sering diwarnai perpecahan dan konflik, anggota ADMA dipanggil untuk menjadi saksi damai dan pembawa harapan melalui semangat persaudaraan dan dialog.
“Allah tidak pernah membiarkan kita menghadapi pergumulan hidup sendirian; Ia selalu menyertai kita,” ungkapnya.
Sukacita perayaan ini semakin terasa ketika seluruh 19 anggota ADMA Jakarta turut memperbarui janji mereka. Pembaruan janji tersebut menjadi ungkapan syukur atas panggilan hidup yang terus bertumbuh dan menghasilkan buah-buah rohani dalam kehidupan sehari-hari.
“Sungguh ini menjadi sukacita besar bagi kami. Saya memperbarui janji dengan penuh keyakinan karena saya mengalami buah-buah rohani dari panggilan ini. Saya melihat perubahan positif dalam cara menghadapi tantangan hidup,” ungkap Maria Imaculata Gunawan, salah seorang anggota ADMA.
Saat ini, sebanyak 51 aspiran sedang menjalani proses pembinaan dalam komunitas ADMA Jakarta. Pertumbuhan ini menjadi tanda harapan akan semakin berkembangnya devosi kepada Maria Penolong Umat Kristiani di tengah umat dan Keluarga Salesian di Indonesia.
ADMA sendiri pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh misionaris Salesian, almarhum RP Jose Carbonell Lopiz, SDB, di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Sejak saat itu, ADMA berkembang pesat dan turut memperkuat kehadiran Keluarga Salesian, khususnya SDB dan FMA, di wilayah tersebut.
Selain di Sumba, ADMA kini juga mulai berkembang di Surabaya guna mendukung pertumbuhan karya Keluarga Salesian yang baru hadir dan berkarya di kota tersebut. Harapannya, devosi kepada Maria Penolong Umat Kristiani semakin berakar kuat dan terus menghidupkan semangat iman, persaudaraan, dan pelayanan di setiap komunitas Salesian.
Suasana penuh syukur dan sukacita mewarnai perayaan Pesta Kabar Sukacita, 25 Maret 2026, bersama komunitas ADMA (Association of Mary Help of Christians) di Jakarta. Dalam perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat dan mendalam, tujuh anggota baru ADMA mengikrarkan janji mereka sebagai putra-putri Maria Penolong Umat Kristiani.
Perayaan Misa Kudus dipimpin oleh RP Vincentius Prastowo, SDB, Provinsial Serikat Salesian Don Bosco di Indonesia. Momen ini menjadi langkah penting bagi para aspiran yang telah menjalani masa pembinaan dan kini dengan penuh keyakinan menyerahkan diri untuk hidup dalam semangat Salesian serta devosi kepada Bunda Maria.
Dalam homilinya, RP Vincentius Prastowo mengajak umat untuk meneladan iman Santa Perawan Maria yang penuh ketaatan dan kepercayaan kepada Allah. Pesta Kabar Sukacita, menurutnya, bukan sekadar peringatan liturgis, tetapi juga undangan bagi setiap orang beriman untuk berani mengatakan “ya” kepada kehendak Tuhan, sebagaimana dilakukan Maria.
Ia juga mengingatkan ajaran Saint John Bosco yang selalu menempatkan Maria sebagai ibu, penolong, dan teladan dalam perjalanan hidup rohani. Pengikraran janji ADMA menjadi ungkapan nyata dari iman yang dijalani dengan rendah hati di tengah keterbatasan manusia.
Lebih lanjut, RP Vincentius menekankan pentingnya membangun budaya dialog dalam kehidupan sehari-hari. Allah, katanya, tidak pernah memaksakan kehendak-Nya, melainkan mengundang manusia untuk menanggapi dengan bebas dan penuh kasih. Di tengah dunia yang sering diwarnai perpecahan dan konflik, anggota ADMA dipanggil untuk menjadi saksi damai dan pembawa harapan melalui semangat persaudaraan dan dialog.
“Allah tidak pernah membiarkan kita menghadapi pergumulan hidup sendirian; Ia selalu menyertai kita,” ungkapnya.
Sukacita perayaan ini semakin terasa ketika seluruh 19 anggota ADMA Jakarta turut memperbarui janji mereka. Pembaruan janji tersebut menjadi ungkapan syukur atas panggilan hidup yang terus bertumbuh dan menghasilkan buah-buah rohani dalam kehidupan sehari-hari.
“Sungguh ini menjadi sukacita besar bagi kami. Saya memperbarui janji dengan penuh keyakinan karena saya mengalami buah-buah rohani dari panggilan ini. Saya melihat perubahan positif dalam cara menghadapi tantangan hidup,” ungkap Maria Imaculata Gunawan, salah seorang anggota ADMA.
Saat ini, sebanyak 51 aspiran sedang menjalani proses pembinaan dalam komunitas ADMA Jakarta. Pertumbuhan ini menjadi tanda harapan akan semakin berkembangnya devosi kepada Maria Penolong Umat Kristiani di tengah umat dan Keluarga Salesian di Indonesia.
ADMA sendiri pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh misionaris Salesian, almarhum RP Jose Carbonell Lopiz, SDB, di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Sejak saat itu, ADMA berkembang pesat dan turut memperkuat kehadiran Keluarga Salesian, khususnya SDB dan FMA, di wilayah tersebut.
Selain di Sumba, ADMA kini juga mulai berkembang di Surabaya guna mendukung pertumbuhan karya Keluarga Salesian yang baru hadir dan berkarya di kota tersebut. Harapannya, devosi kepada Maria Penolong Umat Kristiani semakin berakar kuat dan terus menghidupkan semangat iman, persaudaraan, dan pelayanan di setiap komunitas Salesian.
