Roma– Suasana hangat dan penuh persaudaraan menyelimuti komunitas Salesian di Roma pada 24 Juni 2026. Bertepatan dengan hari kelahiran Santo Yohanes Pembaptis—yang juga merupakan hari nama Santo Yohanes Bosco—komunitas Salesian di Generalat merayakan Syukuran(Thanksgiving) bagi Rektor Mayor, Fr. Fabio Attard.
Perayaan syukur ini diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Fr. Attard di Kapel Komunitas Salesian. Misa ini menjadi momen refleksi mendalam mengenai panggilan dan dedikasi dalam misi Salesian.
Refleksi Homili: Panggilan dari Inisiatif Allah
Dalam homilinya, Fr. Fabio Attard mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan sosok Yohanes Pembaptis dan perjalanan Don Bosco. Mengutip Injil Lukas, “Tangan Tuhan menyertai dia” (Luk 1:66), beliau menekankan bahwa setiap panggilan otentik tidak lahir dari proyek manusiawi atau bakat pribadi, melainkan dari inisiatif Allah yang mendahului, mendampingi, dan mengutus.
“Tangan Tuhan mendahului, mendampingi, dan mengutus,” tegas Fr. Attard. Menurutnya, identitas terdalam seorang Salesian harus berakar pada pilihan ilahi yang menopang mereka bahkan di tengah masa-masa pencobaan.
Pentingnya Keheningan dan Kedalaman Spiritual
Poin penting yang disampaikan dalam homili tersebut adalah mengenai “padang gurun” sebagai kategori teologis—sebuah ruang pemurnian dan pendengaran akan yang Hakiki. Fr. Attard mengingatkan para Salesian akan bahaya aktivisme yang menggantikan kedalaman batin.
“Berapa banyak proposal pastoral dan proyek yang gagal karena waktu di padang gurun tidak dihormati? Berapa banyak rekan yang kehilangan kedalaman karena keheningan digantikan oleh aktivisme, dan interioritas oleh efisiensi?” tanya beliau.
Beliau menutup dengan pesan yang kuat bagi seluruh anggota Kongregasi di seluruh dunia: “Substansi dari sabda yang diwartakan bergantung pada kualitas keheningan yang mendahuluinya.”
