Meneladani Kekudusan Feminin dalam Spiritualitas Salesian

Peringatan 75 Tahun Kanonisasi Santa Maria Domenica Mazzarello: Meneladani Kekudusan Feminin dalam Spiritualitas Salesian

ROMA, salesian.id – Tanggal 24 Juni 2026 menjadi momen bersejarah bagi Keluarga Salesian di seluruh dunia. Hari ini menandai peringatan 75 tahun kanonisasi Santa Maria Domenica Mazzarello, salah satu pendiri Institut Puteri-Puteri Maria Penolong Umat Kristiani (FMA) bersama Don Bosco.

Santa Maria Domenica Mazzarello dinyatakan sebagai orang kudus oleh Paus Pius XII pada 24 Juni 1951 di Basilika Santo Petrus, Vatikan. Dalam upacara yang khidmat tersebut, beliau dikanonisasi bersama Emilia de Vialar, pendiri Institut Suster-Suster Santo Yosef dari Penampakan.

Kekudusan yang “Maternal” dan Feminin

Peringatan ini menjadi momentum untuk kembali merenungkan warisan spiritual “Santa dari Mornese” ini. Mengutip Seruan Apostolik Gaudete et Exsultate dari Paus Fransiskus, Sister Eliane Anschau Petri, koordinator Kursus Spiritualitas di Institut FMA, menekankan pentingnya “jenius perempuan” dalam menampilkan wajah kekudusan Allah di dunia.

Dalam studinya, La santità di Maria Domenica Mazzarello, Sister Eliane menjelaskan bahwa kekudusan Bunda Mazzarello memiliki karakteristik yang sangat khas:

  • Kualitas Maternal: Kekudusannya ditandai dengan kelembutan, ketegasan, pemahaman, kapasitas untuk memaafkan, serta dedikasi penuh dalam “merawat” kehidupan.
  • Inspirasi Maria: Hidupnya adalah perjalanan peneladanan yang mendalam terhadap Bunda Maria. Sejak muda, Maria Domenica menemukan Maria sebagai inspirator, pendidik, dan pembimbing dalam setiap langkah panggilannya.
  • Guru Spiritual melalui Kehidupan: Bunda Mazzarello dikenal bukan melalui teori yang rumit, melainkan melalui kesederhanaan hidup dan dedikasinya sebagai “seorang ibu di antara para saudari.”

Warisan untuk Keluarga Salesian

Bulla Kanonisasi Bunda Mazzarello diakhiri dengan sebuah ajakan yang tetap relevan hingga hari ini bagi seluruh keluarga besar Salesian, khususnya para Puteri Maria Penolong Umat Kristiani: untuk mengejar kekudusan yang “mungkin” dicapai melalui tugas-tugas harian yang sederhana.

“Mereka belajar darinya satu ilmu sejati, yang—sebagaimana ia tuliskan—terdiri dari usaha untuk membuat diri kita kudus,” demikian kutipan pesan tersebut.

“Mereka belajar darinya satu ilmu sejati, yang—sebagaimana ia tuliskan—terdiri dari usaha untuk membuat diri kita kudus”

Sebagai seorang Santa, teladan Bunda Mazzarello terus menginspirasi banyak orang untuk berani mengikuti jejak Yesus dengan komitmen radikal, kesetiaan, dan kasih yang tulus, seperti yang pernah ia ucapkan di akhir hayatnya: “Aku ingin mencintai Maria, aku ingin memberikan hatiku kepadanya. Siapa yang mencintai Maria akan berbahagia.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay in Touch

To follow the best weight loss journeys, success stories and inspirational interviews with the industry's top coaches and specialists. Start changing your life today!

spot_img

Related Articles