ROMA, SALESIAN.ID – Tim redaksi majalah Note di Pastorale Giovanile (NPG) menggelar pertemuan strategis di Kantor Pusat Salesian, Roma, pada Senin, 22 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan arah pelayanan pastoral bagi kaum muda di tengah tantangan zaman yang terus berubah.
Rapat yang dipimpin oleh Pemimpin Redaksi NPG, Romo Rossano Sala, diawali dengan kabar gembira mengenai tren positif pada data keuangan dan jumlah pelanggan majalah. Namun, fokus utama hari itu adalah penyelarasan visi pelayanan melalui “pembentukan berkelanjutan”.
Pentingnya Konversi Pastoral dan Kehidupan Komunitas
Rektor Mayor Salesian, Romo Fabio Attard, hadir memberikan arahan inspiratif. Ia menekankan bahwa efektivitas pastoral sangat bergantung pada kesehatan komunitas.
“Tidak ada proses pastoral yang berjalan di ruang hampa; tidak ada konversi sejati tanpa kehidupan komunitas yang kuat,” tegas Romo Attard. Ia menyoroti bahwa setiap karya kerasulan Salesian harus berakar pada kemanusiaan, di mana Sistem Pencegahan (Preventive System) menjadi lingkungan sistemik yang melindungi dan mendampingi kaum muda.
Tantangan Evangelisasi di Era Modern
Pertemuan juga menyoroti data menarik mengenai iman di Eropa. Meskipun banyak komunitas kristiani menghadapi tantangan sekularisasi, terdapat tanda-tanda harapan dengan meningkatnya jumlah kaum muda yang mencari pembaptisan di Prancis dan Inggris.
Romo Gustavo Cavagnari, SDB, dalam paparannya mengenai data evangelisasi, memberikan catatan krusial:
Pergeseran Identitas: Data menunjukkan bahwa di bawah usia 40 tahun, persentase mereka yang mengidentifikasi diri sebagai Katolik semakin menurun.
Pentingnya Kerygma: Gereja tidak bisa lagi berasumsi bahwa kaum muda sudah mengenal Kristus atau Injil. Pewartaan kerygma (pewartaan pertama) harus kembali ditempatkan sebagai prioritas utama.
Bahasa Baru: Diperlukan “amal intelektual” untuk menemukan kategori dan bahasa baru agar pesan Injil tetap relevan bagi generasi muda saat ini.
Fokus Masa Depan: 2027 dan Seterusnya
Sesi khusus mengenai prioritas Gereja Italia pasca-sinode, dengan tema “Berakar dan Dibangun dalam Kristus”, menjadi pengingat bahwa tugas utama saat ini adalah menghubungkan kembali kehidupan sehari-hari dengan budaya Injil.
Tanggung jawab ini tidak hanya diemban oleh hierarki, tetapi merupakan tanggung jawab bersama (co-responsibility) yang terdiferensiasi sesuai dengan panggilan dan pelayanan masing-masing anggota Gereja.
Menutup rangkaian pertemuan, tim redaksi NPG menghabiskan sesi sore untuk merancang program kerja tahun 2027. Melalui lima kelompok kerja strategis, redaksi berkomitmen untuk terus menyajikan konten yang tidak hanya informatif, tetapi juga menjadi panduan praktis bagi para pendamping kaum muda di seluruh dunia.
Semangat yang muncul dari pertemuan di Roma ini menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar Salesian di Indonesia: bahwa di tengah tantangan zaman, misi kita untuk mendampingi kaum muda tetap relevan, mendesak, dan penuh harapan.
